Biografi Charles Spurgeon

spurgeonSelain dikenal sebagai seorang pengkhotbah yang berpengaruh, Charles Spurgeon juga dikenal sebagai seorang penulis. Karya-karyanya diketahui memiliki kedalaman makna yang luar biasa. Kedalaman setiap tulisannya membuat beberapa tulisannya tidak dapat dibaca begitu saja. Pembaca harus benar-benar membaca tulisannya dengan hati untuk melihat betapa dalamnya pesan yang ingin ia sampaikan melalui setiap tulisannya.

Kesenangan Spurgeon membaca berbagai buku merupakan modal penting dalam pelayanannya sebagai seorang penulis — di samping sebagai seorang pengkhotbah. Spurgeon banyak membaca buku-buku tentang teologi puritan, sejarah alam, dan literatur latin zaman Victoria. Sebagai pengkhotbah, dia memulai pelayanannya sejak tahun 1850, ketika berusia 15 tahun. Spurgeon mulai menerbitkan buku segera setelah dia mulai berkhotbah. Pada bulan Januari 1855, Passmore and Alabaster membuka “The Penny Pulpit” yang menerbitkan satu khotbahnya setiap minggu — hal ini berlangsung hingga tahun 1917, 25 tahun setelah kematian Spurgeon. Setiap tahun, khotbah-khotbah ini dicetak ulang dalam bentuk buku, pertama dengan judul “The New Park Street Pulpit” (6 jilid, 1855 — 1860), dan kemudian dengan judul “The Metropolitan Tabernacle Pulpit” (57 jilid, 1861 — 1917). Pelayanannya di bidang berkhotbah dan menulis memang terlihat berjalan beriringan. Spurgeon menerbitkan banyak buku yang berhubungan dengan khotbah-khotbahnya; yang paling penting di antaranya adalah “Lectures to My Students” (1890) dan “The 7-volume Treasury of David” (1869).

next >>>