manajemen stres

A. Definisi

Manajemen stres adalah kemampuan penggunaan sumber daya (manusia)
secara efektif untuk mengatasi gangguan atau kekacauan mental dan
emosional yang muncul karena tanggapan (respon). Tujuan dari
manajemen stres itu sendiri adalah untuk memperbaiki kualitas hidup
individu itu agar menjadi lebih baik.

Saya lebih senang menyebut Manajemen stres adalah kecakapan
menghadapi tantangan dengan cara mengendalikan tanggapan secara
proporsional.

Stres adalah reaksi dari tubuh (respon) terhadap lingkungan yang
dapat memproteksi diri kita dan bagian dari sistem pertahahan yang
membuat kita tetap hidup.
Stres sudah ada sejak kita dalam kandungan dan tak pernah lepas
dari kehidupan kita

Oleh Karenanya sangat menjadi penting untuk kita mengenali sumber
stress dan kelolalah stres tersebut

B. Reaksi Stres

• Reaksi fisik, reaksi yang mudah terlihat, sakit kepala, jantung deg-
degan, hilang nafsu makan, tangan dingin dsb
• Reaksi emosi, reaksi sifat ; marah-marah, cemas, mudah tersinggung,
pesimis, dsb
• Reaksi Kognitif, reaksi otak, berpikir negatif, sulit konsentrasi,
sulit berpikir, dsb
• Reaksi tingkah laku, reaksi sikap ; menarik diri dari pergaulan,
tidur berlebihan, jadi pendiam, jadi kasar dsb

C. Sumber stres
Tingkat ekstrim pada Stress bisa disebabkan oleh keadaan krisis dan
operasional kantor sehari-hari.

Stress karena krisis bisa disebabkan oleh reaksi emosional terhadap :
– Kehilangan pribadi
– Trauma
– Kegagalan Misi
– Kesalahan manusia
– Pemberitaan Media

Stress karena operasi sehari-hari bisa disebabkan oleh reaksi
emosional terhadap :
– Tekanan
– Tuntutan terhadap karyawan
– Tanggung jawab peran
– Kesalah pahaman
– Kebutuhan akan perhatian/penghargaan
– Antagonismen sistem pemerintah dan pihak berwenang setempat

Secara ilmiah sumber stress dibagi atas

• Stres kerja

Secara umum orang berpendapat bahwa jika seseorang dihadapkan pada
tuntutan pekerjaan yang melampaui kemampuan individu tersebut, maka
dikatakan bahwa individu itu mengalami stress kerja. Namun apakah
sebenarnya yang dikategorikan sebagai stress kerja? Menurut Phillip
L. Rice, Penulis buku Stress and Health, seseorang dapat
dikategorikan mengalami stress kerja jika :

– Urusan stress yang dialami melibatkan juga pihak organisasi atau
perusahaan tempat individu bekerja. Namun penyebabnya tidak hanya di
dalam perusahaan, karena masalah rumah tangga yang terbawa ke
pekerjaan dan masalah pekerjaan yang terbawa ke rumah dapat juga
menjadi penyebab stress kerja
– Mengakibatkan dampak negatif bagi perusahaan dan juga individu Oleh
karenanya diperlukan kerja sama antara kedua belah pihak untuk
menyelesaikan persoalan stress tersebut

• Bioecological stress (interaksi manusia dengan lingkungan)
– Waktu dan kesesuaian tubuh (Time and body rhythms)
– Perilaku makan dan minum (Eating and drinking habits)
– Polusi (Noise pollution)
– Iklim dan lokasi (Climate & altitude)
– Obat-obatan dan sejenisnya (drugs)
• Berasal dari Kognitif
Interpretasi peristiwa yang terjadi dalam hidup, misal gagal dalam
proyek, atau proyek tertunda dsb
• Berasal dari kepribadian
Model Pergaulan disesuaikan dengan kepribadian masing-masing

• Psikososial stres
– Perubahan
– Kelebihan beban
– Frustasi (penyebabnya : overcrowding, diskriminasi, faktor
sosioekonomi, dan birokrasi)
– Kejemuan (Boredom)
– Kesepian (Loneliness)

• Stres Keluarga
Perilaku negatif yang timbul dalam keluarga, misalnya KDRT, konflik
RT, anak tidak berprestasi dsb, kesulitan keuangan

D. Mencegah stres
• Dapatkan info memadai sebelum bertugas
• Pupuk kesehatan jasmani dan rohani
• Keluarkan emosi
• Gunakan waktu untuk relaks bersama keluarga (misalnya jangan tunda
cuti RnR didaerah MERAH), ambil cuti bulanan dsb

E. Menyadari stress

Indikator stres berat jika stres tidak dikelola dengan baik :
Apati/lesu, depresi, tidak bisa tidur, makan berlebihan, penyakit
ringan yang kambuhan, tidak harmonis dalam berteman, merosotnya
efisiensi dan produktifitas, konsumsi alkohol berlebihan dsb

F. Mengelola Stres

• Akui bahwa anda stress
• Jaga kesehatan rohani anda (tetap berdo’a/ mendekatkan diri kepada
YANG MAHA KUASA
• Keluarkan emosi anda
• Kendalikan rasa panik
• Jaga kesehatan fisik dengan baik (berolah raga)
• Tidur yang cukup
• Konsumsi makanan bergizi (Vit A, C dan B)
• Sering istirahat
• Relaksasi
• Rekreasi dengan orang-orang terdekat (keluarga)
• Selalu berpikir positif
• Pertimbangkan untuk melakukan konsultasi dengan orang lain atau
psikolog profesional

Satu Tanggapan

  1. bagus banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: